Pemilihan Lokasi Pembangunan Klinik Dengan Metode Analytical Hierarchy Process Didukung Sistem Informasi Geografis

Penulis

  • Taufik Ashari

DOI:

https://doi.org/10.47292/joint.v3i2.62

Kata Kunci:

GIS, Analytical Hierarchy Process, Pencarian lokasi

Abstrak

Klinik merupakan fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan yang menyediakan pelayanan medis dasar dan atau spesialistik untuk masyarakat. Letak klinik yang berada di daratan tinggi khususnya di Kabupaten bandung Barat sering menjadi penghambat dalam mengakses lokasi. Sistem Informasi Geografis (SIG) merupakan cara yang direkomendasikan dalam menyajikan aspek data spasial. Dalam hal ini SIG mempunyai manfaat dalam proses penentuan lokasi pembangunan klinik. Kriteria yang digunakan untuk menentukan lokasi klinik dalam penelitian ini adalah lokasi, aksebilitas dan letak Dari analisis dengan menggunakan metode AHP (Analitycal Hierarchy Process) yang akan di integrasikan atau digabungkan dengan teknologi Sistem Informasi Geografis. Dari perhitungan AHP berdasarkan bobot kriteria akan diperoleh nilai AHP untuk masing-masing kandidat pemilihan lokasi klinik. Kemudian terdapat sub kriteria yaitu sewa lahan, jumlah penduduk, kemudahan transportasi darat, dekat dengan pemukiman warga, banyak pesaing, lahan parkir, dan pendapatan daerah. Nilai-nilai AHP tersebutlah yang digunakan oleh sistem untuk menentukan lokasi kandidat pemilihan lokasi klinik yang paling optimal. Berdasarkan hasil perhitungan yang memiliki bobot tertinggi adalah lingkungan dengan nilai 0,633. Selanjutnya adalah aksebilitas dengan nilai 0,260 dan yang terakhir adalah letak dengan nilai 0,106. Dan hasil pengujian akhir rekomendasi lokasi yaitu mendapatkan presentase sebesar 78,5%

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.
Volume 03 Nomor 02 Paper-3

Diterbitkan

30-08-2021

Cara Mengutip

Ashari, T. (2021). Pemilihan Lokasi Pembangunan Klinik Dengan Metode Analytical Hierarchy Process Didukung Sistem Informasi Geografis. Journal of Information Technology, 3(2), 14–19. https://doi.org/10.47292/joint.v3i2.62